INSTRUMENTASI ISU-ISU PEREMPUAN DALAM KAMPANYE CALON ANGGOTA LEGISLATIF PEREMPUAN TERPILIH DI KABUPATEN BELITUNG

Authors

  • Intan Purnama Sari University of Bangka Belitung image/svg+xml
  • Novendra Hidayat
  • Irvan Ansyari

DOI:

https://doi.org/10.33019/c0fw5m75

Keywords:

Isu Perempuan, Ekofeminisme, Legislatif, Politik.

Abstract

Isu prempuan dalam politik sangat penting untuk diperhatikan, karena keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan politik dapat menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini mengkaji tentang intensitas calon anggota legislatif perempuan terpilih di Kabupaten Belitung dalam mengangkat isu-isu perempuan serta bagaimana calon anggota legislatif perempuan memobilisasi isu-isu perempuan dalam strategi kampanye mereka. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ekofenimisme dari Vandana Shiva (1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa caleg perempuan secara konsisten membawa isu-isu yang berakar pada pengalaman hidup perempuan, seperti pemberdayaan ekonomi rumah tangga, perlindungan anak dan perempuan, kesehatan ibu-anak, serta partisipasi politik berbasis komunitas. Temuan lapangan menunjukkan bahwa strategi mobilisasi dilakukan melalui pendekatan naratif yang otentik, kampanye tatap muka, dan forum komunitas yang melibatkan perempuan secara langsung. Pendekatan ini efektif membangun kedekatan emosional, meningkatkan elektabilitas kandidat, serta menggeser persepsi tradisional tentang peran perempuan dalam politik lokal. Mobilisasi berbasis komunitas ini membuktikan bahwa isu-isu perempuan dapat menjadi instrumen politik yang konkret dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Dengan menggunakan perspektif ekofeminisme Vandana Shiva, penelitian ini mengungkap bahwa perjuangan caleg perempuan di Belitung tidak hanya terkait dengan isu kesetaraan gender, tetapi juga dengan keberlanjutan hidup, keadilan sosial, dan kemandirian komunitas. Pendekatan yang menekankan nilai empati, solidaritas, dan keberlanjutan memperlihatkan bahwa politik perempuan mampu menghadirkan alternatif yang lebih inklusif dan berakar pada realitas lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dari Buku

Goffman, Erving. 1971. The Presentation of Self in Everyday Life. London: Cox & Wyman Ltd, Pelican Books.

Phillips, A. 1995. The Politics of Presence. Oxford: Oxford University Press.

Pitkin, Hanna F. 1967. The Concept of Representation. Berkeley: University of California Press.

Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D (20th ed.). Alfabeta.

Waylen, G. 2007. Women’s Mobilization and Gender Outcomes in Transitions to Democracy: The Case of South Africa.

Dari Jurnal Dan Skripsi

Akhmad, K. A. 2015. Pemanfaatan Media Sosial bagi Pengembangan Pemasaran UMKM (Studi Deskriptif Kualitatif pada Distro di Kota Surakarta). Dutacom, 9(1), 43.

Celis, Karen, Sarah Childs, Johanna Kantola, dan Mona Lena Krook. 2008. Rethinking Women’s Substantive Representation. Representation, 44(2).

Farida, M. 2020. Ilmu Perundang-Undangan. Yogyakarta: Kanisius.

Kabeer, N. 2012. Women’s Economic Empowerment and Inclusive Growth: Labour Markets and Enterprise Development (Vol. 44).

Mansbridge, J. 1999. Should Blacks Represent Blacks and Women Represent Women? A Contingent ‘Yes’. Journal of Politics.

Patton, M. Q. 2002. Qualitative Research & Evaluation Methods. California: Sage Publications.

Putri, B. M. A., Mudzanatun, M., dan Putri, A. D. S. 2020. Analisis Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pelaksanaan Keterampilan Dasar Mengajar pada Pembelajaran Tematik. Indonesian Journal of Educational Research and Review, 3(1), 136–143.

Sugiyono. 2019. Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D (Edisi ke-20). Bandung: Alfabeta.

Yuliani, W. 2018. Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. Quanta: Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan, 2(2), 83–91.

Dari Internet

International IDEA. 2002. Perempuan di Parlemen: Bukan Sekedar Jumlah. Jakarta: Ameepro.

Lestari Moerdijat. 2024. Keterwakilan Perempuan di Parlemen Harus Konsisten Ditingkatkan. Diakses dari: https://www.mpr.go.id/berita/Keterwakilan-Perempuan-di-Parlemen-Harus-Konsisten Ditingkatkan#:~:text=Pada%20Pemilu%202009%2C%20Komisi%20Pemilihan,aktif%20dalam%20organisasi/lembaga%20politik.&text=Anggota%20Terkait%20

Nazriel. 2024. Ada Tiga Srikandi di DPRD Belitung 2024–2029, Siap Perjuangkan Aspirasi Perempuan.

Published

2025-11-29